~alangkah indahnya jika aku dapat bermalam~
~di sebuah lembah dikelilingi rerumput menghijau dan tumbuh-tumbuhan bugar~
~dapatkah suatu hari nanti aku merasai kembali air kolam Majannah?~
~dapatkah aku kembali menyaksikan gunung Shammah dan Tufail?~
Suatu ketika Rasulullah s.a.w terdengar kata-kata Usail mengungkapkan keindahan Mekah, lalu air mata baginda mengalir... Sabdanya;
"Usail, biarkanlah hati-hati ini tenang..."
_________
1) terjemahan syair di atas dipetik dari risalah IHAB

Peace be upon you,
The Nawawi Center team would like to invite anyone interested to join us at
66 Colombo Street,
at South Christchurch Library on
Friday the 21st of August
at 5pm SHARP.
Please dont be late, we will leave BEFORE 5.15
and will have to leave behind anyone who is not there before that. We will gather here and carpool up the cashmere hills to our usual crescent sighting lookout in an attempt to sight the moon that will determine the fasting month of Ramadhan for New Zealand.
It is usually an exciting event, last year our Christchurch based group were the first to see the crecent and informed the rest of NZ's muslim communities! Detailed Crescent sighting guides will be provided on site, prepared kindly for major NZ cities by Sheikh Afroz Ali of Al-Ghazzali Centre in Sydney.
Please ensure you are dressed warmly and if you intend to join us for prayer that you are in wudhu' and bring a prayer mat.
"Prior to the advent of electricity, every night held the possibility of a celestial light show. People in even the most urban environments were exposed to the awe and majesty of the heavens, which clearly 'proclaim the glory of God'. The contemplation of the celestial orbs and their movements provided early man with the most direct connection to his Lord. In the Qur'anic story of Abraham, it is his observance of heavenly phenomena that leads him to his certainty of God's unity and transcendence. Since the time of the Seljuq Turks, the crescent moon has been a sign of Islam."
[ Shaykh Hamza Yusuf from his recent book: Caesarean Moon Births ]
In Peace,
Zayid
---
Zayid A Jones
Administrator
www.NawawiCenter.org
-Developing and Connecting hearts to the next level-
+64 21 02262094
+64 03 9803093
bismillahirahmanirrahim
jom tengok puasa yang sebenarnya!
puasa adalah medium paling efektif sebagai persediaan menghadapi ujian besar ketika penyucian jiwa berlaku.
1- puasa dapat melatih kesabaran dan menjadikan hidup lebih bermakna
jika kesabaran merupakan indikator kematangan seseorang, maka puasa adalah cara untuk membentuk kesabaran.
Rasulullah bersabda :”Puasa adalah separuh kesabaran” HR At Tirmidziy.
2- puasa puncak ketaqwaan.
Jika Allah melihat manusia melalui ketaqwaan hambaNya,
”Sesungguhnya yang paling mulia di antaramu adalah yang paling bertaqwa”( 49:13)
Maka puasa adalah cara terbaik untuk mencapai ketaqwaan
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (2:183)
Syarat puasa yang sebenar
Bukan sekadar menahan diri daripada makan dan minum, tetapi;
- mengendalikan keingainan makan dan minum
- mengendalikan keinginan nafsu
- mengendalikan pandangan mata dari pemandangan terlarang
- mengendalikan mulut dari ucapan tercela
- mengendalikan telinga dari pendengaran tercela
- mengendalikan tangan, kaki dan anggota badan lainnya dari perbuatan sia-sia.
Jenis/tingkat puasa
- Puasa Awam, yaitu puasa yang hanya dengan mencegah keinginan perut dan kemaluan.
- Puasa Khusus, yaitu dengan tidak hanya meninggalkan makan, minum dan nafsu , tetapi sudah berusaha mencegah pendengaran, penglihatan, ucapan, dan anggota badan lainnya daripada perbuatan dosa.
- Puasa Khusus-al Khusus, yaitu puasa yang tidak hanya menahan diri dari perbuatan dosa akan tetapi sudah mampu mengendalikan keinginan hati dan fikiran dari keinginan-keinginan rendah (duniawi) dan hal-hal yang tidak berguna di hadapan Allah SWT.
Jenis puasa sunat
- Usbu’iyyah (mingguan), seperti puasa hari isnin dan khamis
- Syahriyyah (bulanan), seperti puasa Ayyamul-Bidh (hari-hari terang bulan)
- Sanawiyyah (tahunan), seperti puasa hari Arafah bagi yang tidak beribadah haji.

